News

Jogja Financial Festival 2026 Hadirkan Diskusi Finansial, Konser Musik Hingga Run D City

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar “Jogja Financial Festival 2026” pada 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center dengan menghadirkan konsep edukasi finansial yang dikemas lebih interaktif, santai, dan dekat dengan generasi muda.

Festival yang berlangsung di Yogyakarta tersebut tidak hanya menghadirkan diskusi mengenai literasi keuangan, tetapi juga dipadukan dengan hiburan musik, stand-up comedy, pameran industri keuangan, hingga agenda olahraga “Jogja Run D City” yang akan digelar pada 24 Mei 2026.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang berbeda dari seminar atau workshop keuangan pada umumnya yang kerap dianggap formal dan membosankan.

“Gelaran festival ini dimaksudkan guna meningkatkan literasi finansial masyarakat khususnya di Yogyakarta, sengaja dirancang berbeda dari seminar atau workshop keuangan pada umumnya yang cenderung formal dan monoton,” kata Farid, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dikenal sebagai kota pelajar dan kota mahasiswa dengan jumlah generasi muda yang sangat besar. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan Generasi Z yang akrab dengan perkembangan teknologi digital.

Farid menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 20 juta masyarakat usia produktif di Indonesia yang belum memiliki literasi keuangan yang memadai. Rendahnya pemahaman finansial tersebut dinilai membuat masyarakat rentan terhadap berbagai persoalan seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga penggunaan layanan keuangan digital tanpa memahami risiko.

Ia mencontohkan fenomena penggunaan layanan paylater yang kini semakin marak di kalangan anak muda. Menurutnya, banyak masyarakat menggunakan layanan tersebut tanpa memahami konsekuensi jangka panjang sehingga justru menimbulkan beban keuangan.

“Banyak yang dengan mudah membeli sesuatu menggunakan layanan paylater tanpa memahami konsekuensinya sehingga akhirnya justru menjadi mahal,” ujarnya.

Farid menambahkan, perkembangan teknologi finansial saat ini memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, mulai dari transaksi digital, investasi, hingga akses pembiayaan. Namun di sisi lain, masyarakat juga harus memahami risiko dari setiap layanan keuangan yang digunakan.

Karena itu, melalui Jogja Financial Festival 2026, masyarakat diajak memahami berbagai sektor industri keuangan mulai dari perbankan, asuransi, fintech, hingga aset digital dan kripto.

“Kami ingin masyarakat memahami bukan hanya peluangnya, tetapi juga risikonya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS, Nuruddin mengatakan konsep festival sengaja dibuat lebih santai agar edukasi finansial lebih mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan edukasi dan literasi yang tidak membosankan, ada sesi interaktif dan diselingi hiburan,” ujar Nuruddin.

Ia menilai perkembangan akses terhadap produk dan layanan keuangan digital saat ini berlangsung sangat cepat, namun belum sepenuhnya diimbangi kemampuan literasi masyarakat. Kondisi itu membuat masyarakat mudah terjebak dalam berbagai penawaran finansial tanpa memahami risikonya.

Karena itu, festival ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan yang membuat masyarakat lebih bijak dalam menggunakan layanan keuangan digital dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

Dalam penyelenggaraannya, Jogja Financial Festival 2026 menghadirkan berbagai agenda menarik mulai dari diskusi finansial bersama tokoh nasional, kelas edukasi, konsultasi keuangan, booth interaktif, hingga literasi digital finansial.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam festival tersebut, di antaranya Menteri Keuangan, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, LPS, serta pimpinan sejumlah bank nasional dan pelaku industri jasa keuangan.

Tidak hanya itu, festival juga diramaikan dengan penampilan sejumlah musisi nasional seperti Ari Lasso, Happy Asmara, Juicy Luicy, Nissa Sabyan, serta Denny Caknan.

Kehadiran konser musik, diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mengikuti kegiatan edukasi finansial yang dikemas lebih santai dan menyenangkan.

Selain konser musik dan diskusi keuangan, rangkaian kegiatan juga mencakup agenda olahraga bertajuk “Jogja Run D City” yang akan digelar pada 24 Mei 2026. Kegiatan lari tersebut menghadirkan kategori lima kilometer dan 10 kilometer dengan rute yang melintasi kawasan ikonik sekitar Universitas Gadjah Mada.

Menariknya, hasil penjualan tiket kegiatan lari tersebut nantinya akan disalurkan untuk program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *