INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Lanal (Pangkalan TNI Angkatan Laut) Yogyakarta resmi membuka kegiatan latihan bela diri untuk masyarakat umum sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter, disiplin, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.
Satlat Tarung Derajat Lanal Yogyakarta resmi berdiri pada 21 Mei 2026 dan berpusat di Markas Komando (Mako) Lanal Yogyakarta, Jalan Melati Wetan, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Salah satu pelatih Satlat Tarung Derajat Lanal Yogyakarta, Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, yang juga menjabat sebagai Kepala Tim Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) untuk Kawedanan Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa program latihan yang diselenggarakan tidak semata-mata bertujuan mencetak atlet berprestasi.
“Sekarang kami buka untuk umum, tarung Derajat selama ini dikenal sebagai olahraga bela diri asli Indonesia yang mengedepankan keseimbangan antara penguatan fisik, mental, dan karakter. Melalui metode latihan yang terstruktur, olahraga ini menanamkan lima unsur daya gerak utama, yakni kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan,” ungkap Bayu, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pembinaan juga diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan mampu menjadi pemimpin di lingkungannya masing-masing.
“Tarung Derajat bukan sekadar olahraga bela diri. Di dalamnya terdapat proses pendidikan karakter yang melatih seseorang agar mampu mengendalikan diri, membangun kedisiplinan, serta memiliki semangat juang yang tinggi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, bela diri tersebut membagi program latihan ke dalam tiga kategori usia, yakni usia dini, usia produktif atlet, dan usia kolot atau kelompok usia dewasa.
Setiap kelompok mendapatkan pola pembinaan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta. Pendekatan itu dilakukan agar proses latihan dapat berjalan efektif, dan mampu memberikan dampak optimal terhadap pengembangan fisik maupun mental.
“Selain teknik bela diri, peserta juga mendapatkan pembinaan mengenai penguatan motivasi intrinsik. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran dari dalam diri agar anggota mampu menjaga konsistensi, disiplin, serta tanggung jawab dalam menjalani latihan,” jelasnya.
Pembentukan motivasi intrinsik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun karakter seseorang di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Keberadaan Satlat Tarung Derajat Lanal Yogyakarta juga menjadi salah satu langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2024, sebanyak 38 persen remaja Indonesia berpotensi mengalami masalah perilaku sosial akibat kurangnya pendidikan karakter dan minimnya keterlibatan dalam aktivitas fisik yang terorganisasi.
Di sisi lain, survei Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mencatat adanya penurunan tingkat kebugaran fisik remaja hingga 19 persen dalam tiga tahun terakhir yang dipengaruhi oleh gaya hidup sedentari atau kurang aktif bergerak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, karena dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan produktivitas generasi muda di masa mendatang.
Tarung Derajat hadir sebagai salah satu alternatif solusi karena mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aktivitas olahraga yang berkelanjutan. Nilai-nilai yang ditanamkan meliputi disiplin, keberanian yang bertanggung jawab, sportivitas, rasa hormat, dan sopan santun.
Peran Tarung Derajat dalam membangun karakter generasi muda juga mendapat perhatian dari Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT), Bambang Soesatyo.
Saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar Tarung Derajat Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Tahun 2025 di GOR Pajajaran, Bandung, pada 5 Desember 2025, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa Tarung Derajat memiliki posisi strategis sebagai sarana pembentukan karakter bangsa.
“Olahraga bela diri tidak hanya menghasilkan individu yang kuat secara fisik, tetapi juga melahirkan pribadi yang berintegritas, disiplin, dan memiliki semangat juang tinggi. Pembinaan mental dan karakter melalui olahraga menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus perubahan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini,” kata Bambang.
Komandan Lanal Yogyakarta, Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, memberikan apresiasi penuh terhadap keberadaan Satlat Tarung Derajat yang kini terbuka bagi masyarakat umum.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya membangun semangat nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan terhadap bangsa melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Hendra berharap Satlat Tarung Derajat Lanal Yogyakarta dapat berkembang menjadi pusat pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional.
Selain mencetak atlet, keberadaan Satlat juga diharapkan mampu membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan melalui pengkaderan pelatih dan regenerasi organisasi.
“Kehadiran Satlat ini diharapkan menjadi wadah pengembangan diri yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan mental dan integritas para pesertanya,” kata Hendra.
Jadwal Latihan Terbuka untuk Masyarakat Umum
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan masyarakat, Satlat Tarung Derajat Lanal Yogyakarta menyelenggarakan latihan rutin setiap hari Kamis pukul 16.00 hingga 17.30 WIB di Mako Lanal Yogyakarta.
Kegiatan ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat sesuai kelompok usia yang telah ditentukan.
Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan bela diri, tetapi juga kesempatan membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, dan mental tangguh yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(*)
Penulis : Elis
