Pendidikan Yogyakarta

SPMB SMP Kota Yogyakarta 2026 Siapkan 3.584 Kursi, Pemkot Perluas Akses dan Perkuat Kualitas Pendidikan

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta menyiapkan sebanyak 3.584 kursi untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027.

Penambahan daya tampung tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menjaga kualitas pendidikan demi mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.

Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan total daya tampung SMP negeri tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terdiri atas 3.520 kursi melalui sistem Real Time Online (RTO) dan 64 kursi Kelas Khusus Olahraga (KKO).

Menurutnya, peningkatan daya tampung dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Yogyakarta bagian selatan yang selama ini membutuhkan tambahan akses pendidikan.

“Kami menambah daya tampung untuk wilayah Jogja Selatan, yakni di SMP Negeri 10 Yogyakarta dengan penambahan dua rombongan belajar. Ini untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di Jogja Selatan,” ujar Budi, Kamis (18/6/2026).

Penambahan daya tampung di SMP Negeri 10 Yogyakarta menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan.

Budi menjelaskan, jumlah lulusan SD di Kota Yogyakarta setiap tahunnya mencapai sekitar 6.800 siswa. Sementara itu, daya tampung SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta hampir mencapai 9.000 kursi.

Dengan kapasitas tersebut, pemerintah memastikan seluruh lulusan SD memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Kami berupaya agar seluruh anak-anak yang lulus SD tetap memperoleh akses pendidikan yang layak, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang tersedia di Kota Yogyakarta,” katanya.

Pada pelaksanaan SPMB SMP 2026, kuota penerimaan melalui sistem Real Time Online dibagi ke dalam tujuh jalur penerimaan.

Adapun pembagiannya sebagai berikut:

Jalur domisili radius: 5 persen
Jalur domisili dalam daerah: 40 persen
Jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS): 19 persen
Jalur afirmasi disabilitas: 6 persen
Jalur prestasi khusus: 15 persen
Jalur prestasi umum: 10 persen
Jalur mutasi dan kemaslahatan guru: 5 persen

Komposisi tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik dengan berbagai latar belakang.

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian pada SPMB 2026 adalah peningkatan kuota jalur afirmasi.

Jika sebelumnya total kuota afirmasi hanya 20 persen, tahun ini meningkat menjadi 25 persen yang terdiri dari 19 persen untuk keluarga KSJPS dan 6 persen bagi penyandang disabilitas.

Budi optimistis seluruh anak dari keluarga penerima program perlindungan sosial dapat tertampung di sekolah negeri karena pemerintah telah memiliki basis data yang terintegrasi.

“Kemudian jalur afirmasi KSJPS 19 persen dan disabilitas 6 persen. Tahun kemarin totalnya 20 persen, sekarang kita tingkatkan menjadi 25 persen. Insya Allah seluruh anak dari keluarga KSJPS dapat tertampung di sekolah negeri karena kami memiliki basis data yang jelas,” ujarnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan inklusif.

Pada SPMB tahun ini, tersedia sebanyak 211 kursi untuk jalur afirmasi disabilitas. Jumlah tersebut jauh melebihi jumlah lulusan SD berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas yang tercatat sebanyak 129 anak.

Budi menjelaskan, kebijakan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anak berkebutuhan khusus yang kehilangan hak mendapatkan pendidikan.

Bahkan apabila peserta didik harus melanjutkan pendidikan ke SMP swasta, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memberikan bantuan melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD).

“Jika terpaksa masuk ke SMP swasta di Kota Jogja, anak-anak penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan JPD yang disamakan dengan skema KMS. Ini bentuk empati Pemkot Jogja kepada anak-anak berkebutuhan khusus tanpa memandang latar belakangnya,” ungkap Budi.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemkot Yogyakarta juga terus menjaga kualitas pembelajaran.

Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional tahun 2026, Kota Yogyakarta berhasil meraih peringkat pertama nasional untuk jenjang SD dan SMP.

Untuk jenjang SD, rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 78,26 dan Matematika 67,29 dengan rata-rata total 72,71. Sementara itu, rata-rata total TKA jenjang SMP mencapai 135,49.

Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

“Capaian kognitif ini mendorong kami untuk terus mengembangkan aspek lain yaitu karakter. Tahun 2026 ini kami canangkan pembelajaran berbasis agama untuk lima agama yang ada, pendidikan Khas Kejogjaan juga mulai diterapkan karena modul pembelajarannya sudah selesai dan telah kami koordinasikan kepada guru-guru SD maupun SMP,” terangnya.

Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, menjelaskan bahwa SPMB RTO tahun 2026 menghadirkan fitur baru berupa perubahan pilihan sekolah pada setiap jalur penerimaan.

Fitur tersebut memungkinkan calon peserta didik untuk menyesuaikan pilihan sekolah berdasarkan perkembangan peringkat seleksi yang dapat dipantau secara real time.

“Dalam SPMB RTO ada perubahan pilihan sekolah pada setiap jalurnya. Calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua ketika melihat peringkatnya sudah tidak masuk, sehingga masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, pihaknya juga membuka posko konsultasi di kantor dinas dan posko layanan di setiap sekolah.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh informasi, pendampingan, serta bantuan selama tahapan pendaftaran berlangsung.

Informasi lengkap mengenai jadwal dan tahapan pelaksanaan SPMB Kota Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 dapat diakses melalui laman resmi https://yogya.spmb.id/.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *