INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali memperkuat kualitas akademiknya dengan bertambahnya dua guru besar baru dari Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Penambahan profesor baru ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dua dosen yang resmi menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan jabatan akademik profesor tersebut adalah Imam Basuki dan Elisabeth Sundari.
SK profesor diserahkan pada Selasa (12/05/2026) di Ruang Diskusi Kampus II Gedung Thomas Aquinas UAJY. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI Wilayah V DIY), Setyabudi Indartono, kepada Rektor UAJY, G. Sri Nurhartanto, sebelum akhirnya diberikan kepada kedua profesor baru tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Imam Basuki mengungkapkan rasa haru dan bangga atas pencapaian yang berhasil diraih setelah melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan.
Menurutnya, proses menuju jabatan profesor tidak selalu berjalan mulus. Berbagai penolakan, kegagalan, hingga tantangan akademik menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
“Dari proses ini saya belajar bahwa perjalanan bukan akhir tetapi bagian dari pengetahuan saya. Dalam kehidupan ada sebuah pertentangan, penolakan, kegagalan. Dan yang pasti juga di situlah saya merasa diuji, saya harus kuat, itu bukan jatuh, tapi itu adalah sebuah proses di mana saya harus berani bangkit,” ujar Prof. Imam Basuki.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya hingga mencapai jabatan tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi.
Sementara itu, Prof. Elisabeth Sundari juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang berhasil diraih. Ia menyebut prinsip “ora et labora” atau bekerja dan berdoa menjadi landasan utama dalam perjalanan akademiknya.
“Saya dengan bermodal prinsip ora et labora, jadi saya bekerja dan berusaha semampu kita akhirnya saya bisa sampai pada hari ini,” kata Prof. Sundari.
Prof. Sundari turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga, kolega, dosen senior, maupun junior yang selama ini memberikan dukungan dan semangat dalam proses menuju guru besar.
Prof. Sundari juga mengajak para dosen lain untuk terus berupaya meraih jabatan profesor sebagai bagian dari pengembangan kualitas akademik perguruan tinggi.
Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, menyampaikan bahwa kehadiran dua guru besar baru ini diharapkan menjadi lokomotif pengembangan universitas, terutama dalam memperkuat tri dharma perguruan tinggi.
“Kami berharap guru-guru besar ini mengikuti guru-guru besar yang lain, yang akan menjadi lokomotif bagi pergerakan dan dinamika. Terutama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” jelas Nurhartanto.
Sri menambahkan, bertambahnya profesor di lingkungan UAJY diharapkan dapat melahirkan berbagai bidang pengembangan baru yang inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Dengan bertambahnya dua profesor baru, jumlah guru besar di UAJY kini mencapai 25 orang. Hal tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kualitas sumber daya akademik di lingkungan kampus,” imbuhnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, turut memberikan apresiasi atas pencapaian UAJY dalam menambah jumlah profesor.
Menurutnya, jabatan guru besar bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk memperluas kontribusi keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Menjadi guru besar justru awal kita memaksimalkan seluruh kemampuan kita untuk meningkatkan kebijakan terhadap diri kita,” ujar Prof. Setyabudi.
Prof. Setyabudi juga mengungkapkan, bahwa dari sekitar 7.050 dosen di Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini baru 261 dosen yang menyandang gelar profesor. Karena itu, LLDIKTI Wilayah V DIY menargetkan jumlah guru besar dapat meningkat menjadi 400 orang pada tahun 2028.
“Penambahan guru besar di UAJY ini menjadi langkah penting, dalam memperkuat daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, keberadaan profesor juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, penelitian berkualitas, dan pengabdian masyarakat yang semakin berdampak luas,” tutup Prof. Setyabudi.(*)
Penulis : Elis
