INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap menggelar Jogja Winewave Internasional Festival 2026 di kawasan Laguna Depok, Bantul. Festival olahraga berbasis angin dan ombak ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sport tourism di kawasan pantai selatan DIY.
Wakil Ketua Bidang Pariwisata Kadin DIY, Arief Effendi, mengatakan istilah Winewave merupakan gabungan dari wind (angin) dan wave (ombak). Karena itu, kegiatan tidak hanya menghadirkan kitesurfing, tetapi juga windsurfing dan olahraga selancar.
“Wind wave ini gabungan antara wind dan wave, yaitu angin dan ombak. Jadi event ini nanti tidak hanya kitesurfing saja, tapi juga akan melibatkan windsurfing dan surfing,” ujar Arief usai acara di Royal Malioboro by Aston. Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, Pantai Selatan DIY memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lokasi olahraga air dan wisata minat khusus. Kondisi angin menjadi salah satu faktor pendukung utama untuk olahraga kitesurfing, terutama pada periode April hingga November dengan puncak angin sekitar Agustus-September.
Pelaksanaan festival pada September 2026 dinilai lebih ideal dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya pada November 2023.
“September ini insyaallah anginnya lebih bagus daripada tahun 2023,” ujarnya.

Festival tahun ini juga akan menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri. Arief menyebut terdapat sekitar delapan peserta asing, termasuk dari Spanyol dan Italia. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2023 yang menghadirkan sekitar empat peserta asing.
“Kami berharap Jogja Winewave 2026 tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi mampu meningkatkan length of stay wisatawan di Yogyakarta,” ungkapnya.
Menurut Arief, wisatawan olahraga ekstrem cenderung tinggal lebih lama karena aktivitas mereka sangat bergantung pada kondisi angin dan cuaca. Selama berada di Yogyakarta, mereka diharapkan turut menikmati destinasi budaya dan produk ekonomi kreatif lokal.
“Bagaimana mereka bisa digondeli lama di Jogja, nanti mereka akan melihat budaya maupun industri kreatif. Produk kreatifnya bisa dijual mereka di negara mereka,” imbuhnya.
Selain Laguna Depok, Kadin DIY juga berencana mengembangkan olahraga kitesurfing ke wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul. Namun, Laguna Depok diproyeksikan menjadi pusat pengembangan karena dinilai cocok sebagai lokasi belajar.
Dari sisi keselamatan, kegiatan ini akan mendapat dukungan dari TNI Angkatan Laut dan tim SAR. Kadin DIY juga mendorong pengelolaan olahraga tersebut secara profesional, termasuk menghadirkan operator berlisensi internasional dan instruktur asing.
“Jogja Winewave 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat potensi pantai selatan DIY sebagai destinasi sport tourism internasional, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi sektor pariwisata dan industri kreatif daerah,” tutup Arief.(*)
Penulis : Elis
