Pendidikan Yogyakarta

Dispsial TNI AL Integrasikan Nilai-Nilai Kraton Yogyakarta dalam Pembinaan Karakter Mahasiswa

INTENS PLUS – YOGYAKARTA. Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) mulai mengintegrasikan nilai-nilai dan filosofi Kraton Yogyakarta dalam upaya pembinaan karakter mahasiswa melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (15/6). Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya, integritas, dan daya saing yang kuat di era modern.

Inisiatif tersebut mengemuka dalam audiensi dan diskusi yang dilakukan Tim Dispsial bersama Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) dan Universitas AKPRIND Indonesia .

Tim Dispsial dipimpin oleh Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, yang menginisiasi penerapan konsep Psikologi Khas Kejogjaan sebagai pendekatan penguatan karakter bagi generasi muda.

“Konsep ini merujuk pada Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang selama ini dikembangkan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membentuk generasi yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, serta memiliki perilaku luhur sesuai dengan cita-cita mewujudkan Jalma Kang Utama,” ujarnya dikutip, Selasa (16/6/2026).

Mayor Bayu Murti mengatakan, bahwa perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat karakter dan identitas budaya agar mahasiswa tidak kehilangan jati dirinya.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diwariskan Kraton Yogyakarta memiliki relevansi kuat untuk diterapkan dalam kehidupan generasi masa kini.

“Nilai-nilai dan filosofi Kraton Yogyakarta perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tetap memiliki jati diri di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat,” ucapnya.

Internalisasi nilai-nilai budaya tersebut nantinya dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, seminar, psikoedukasi, kuliah umum, hingga berbagai program pembinaan karakter lainnya.

Pendekatan Psikologi Khas Kejogjaan sendiri dirancang sebagai perpaduan antara ilmu psikologi modern dengan kearifan lokal Yogyakarta, yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Dalam pertemuan dengan Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO), muncul gagasan pembentukan Unit Bregada Taruna sebagai sarana pembinaan karakter sekaligus pelestarian budaya.

Ketua STIMARYO, Dr. Wegig Pratama, M.Pd., bersama jajaran kampus menyambut baik kolaborasi tersebut dan sepakat untuk mengembangkan berbagai program berbasis Psikologi Khas Kejogjaan.

“Unit Bregada Taruna nantinya diharapkan menjadi wadah yang mampu membentuk mahasiswa yang disiplin, berintegritas, beretika, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah,” kata Wegig.

Selain sebagai bagian dari pembinaan karakter, keberadaan unit ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kepemimpinan di kalangan mahasiswa.

Kolaborasi serupa juga dilakukan bersama Universitas AKPRIND Indonesia.

Rektor Universitas AKPRIND Indonesia, Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., bersama jajaran kampus menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Psikologi Khas Kejogjaan di lingkungan perguruan tinggi.

Berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan direncanakan akan menjadi media implementasi nilai-nilai tersebut.

Mulai dari kegiatan penerimaan mahasiswa baru, kuliah umum, seminar, hingga program orientasi mahasiswa akan menjadi bagian dari proses internalisasi budaya dan pembentukan karakter.

Selain itu, kampus juga membahas pembentukan Unit Kegiatan Bregada Mahasiswa yang akan berada dalam rumpun kegiatan kewiraan.

Unit tersebut dirancang untuk berfokus pada penguatan karakter, adab, perilaku, kepemimpinan, serta pengembangan kepribadian mahasiswa.(*)

Penulis : Elis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *